Dengarkan Suara Sunyi dalam A Silent Voice

by Irna Gayatri 321 views

Dengarkan Suara Sunyi dalam A Silent Voice
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Untuk bisa memahami seseorang, yang perlu kita lakukan adalah belajar mendengarkan.

Kisah tentang seorang murid pindahan yang dirundung mungkin sudah biasa diangkat dalam sebuah film. Namun, bagaimana jika seorang anak dirundung karena berbeda; tuli, misalnya? Itulah yang diangkat dalam A Silent Voice (Koe no Katachi), sebuah film animasi garapan Naoko Yamada yang akan mulai tayang pada 3 Mei 2017 mendatang.

Dibuka dengan lagu “My Generation” oleh The Who’s, A Silent Voice sekilas terlihat mencoba membangun suasana yang hangat masa kecil yang bahagia. Namun, yang berlangsung setelahnya justru sama sekali berbeda. Kedatangan Nishimiya Shoko (Saori Hayami), seorang anak perempuan yang tuli, membuat kehidupan Ishida Shoya (Miyu Irono) berubah.

Ishida yang merasa konyol berada satu kelas dengan seorang anak perempuan tuli tak tanggung-tanggung merundung Nishimiya. Bukan hanya Ishida, semakin lama seisi kelas pun merundung Nishimiya yang berbeda dan berkebutuhan khusus. Namun, saat harus ada yang disalahkan, semua kesalahan ditimpakan kepada Ishida.

Ishida yang merupakan seorang perundung berbalik dirundung oleh teman-temannya. Hal ini membuat masa kecil Ishida menjadi cukup traumatis sampai-sampai dia takut menghadapi orang-orang dan menghindari berteman dengan siapa pun. Lalu, saat akhirnya Ishida bisa bertemu kembali dengan Nishimiya saat mereka beranjak remaja, apakah Ishida mampu menghadapinya dan melupakan semua hal yang terjadi pada masa lalu?



A Silent Voice membuka kisah dengan tempo yang pas. Film ini tak bertele-tele mengisahkan masa kecil Ishida, Nishimiya, dan teman-teman lainnya. Justru, pengenalan terhadap karakter Ishida remajalah yang membuat film ini berjalan cukup lambat setelahnya. Namun, hal itu tak menjadi masalah, mengingat alur yang melambat ini juga diiringi dengan eksplorasi perasaan Ishida dan cara pandangnya terhadap berbagai hal.

A Silent Voice adalah film yang cukup “hening”. Bisa dibilang, film ini tak menjual terlalu banyak dialog tentang pencarian jati diri atau semacamnya yang mungkin muncul dalam genre drama seperti A Silent Voice. Dialog di dalamnya dibangun dengan intens, namun tak teburu-buru. Karena itulah setiap dialog yang ada jadi bermakna sesuatu dan diperkuat dengan score yang indah. Perpaduan ini membuat A Silient Voice menyentuh dengan caranya sendiri. Ditambah lagi, animasinya menghadirkan tone warna yang begitu hidup, lembut, dan sedap dilihat, meski tak selalu menangkap gerakan per gerakan dengan detail.

Meski Ishida adalah pihak yang seharusnya disalahkan di film ini sebagai perundung, Naoko Yamada justru menarik simpati penonton kepadanya. Sudut pengambilan gambarnya yang beberapa kali mengikuti arah pandangan Ishida berhasil membangun perhatian penonton dengan sangat baik. Caranya melihat orang-orang di sekitarnya, caranya berusaha membangun kembali pertemanan dengan Nishimiya, sampai mempertanyakan kelayakan dirinya ketika mulai diterima kembali oleh teman-temannya, Yamada berhasil membangun perubahan emosi Ishida dengan sangat baik.


A Silent Voice mungkin menyajikan premis yang sederhana dengan konflik seputar persahabatan. Namun, film ini berhasil menunjukkan bahwa kesempatan kedua ada dan layak diperjuangkan. Nyatanya, meminta maaf bisa jadi tak semudah memaafkan. Setelah bertahun-tahun berlalu, rasa bersalah Ishida masih ada dan membuatnya tak bisa melangkah lebih jauh. Memperbaiki semuanya dari awal adalah cara terbaik, namun ternyata bukan hanya Ishida yang merasa bersalah dalam hal ini. Akhirnya, pergolakan batin Ishida ditambah masalah yang sama yang melingkupi teman-temannya membuat konflik di dalamnya berkembang jauh.

A Silent Voice adalah film tentang penerimaan dan penebusan. Nishimiya berusaha diterima oleh Ishida dan teman-temannya, sementara Ishida berusaha diterima oleh Nishimiya. Bahkan, saat mencoba untuk menebus kesalahan yang dilakukan pada masa lalu pun, tidak semua orang bisa menerimanya. Karena itu, A Silent Voice menjadi film yang menyentuh dan menguras emosi dengan konflik yang kelihatan sederhana, namun sebenarnya rumit.

Tak ada alasan bagi Jelata untuk tak menonton A Silent Voice 3 Mei 2017 nanti. Film ini indah, menyentuh, dan akan membuat Jelata terbawa suasana. Jangan lupa siapkan tisu sebelum menonton, ya!

Artikel Terkait